Salah
satu sumber daya yang sangat besar dimiliki Indonesia adalah sektor perikanan.
Dimana dua per tiga dari wilayah Indonesia dikelilingi oleh laut. Luas laut Indonesia
sendiri mencapai 96.079,15 km². Dengan demikian, Sumber daya perikanan Indonesia tentu lebih
dari cukup untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Tentu
ikan di Indonesia sangatlah beragam. Setiap kedalaman di laut mempunyai ikan
yang beragam. Misalnya, kedalaman kurang lebih 75 m di Indonesia bagian barat
dihuni oleh ikan pelagis kecil. Berbeda dengan kedalaman yang mencapai 4000 m
di Indonesia bagian timur. Disana dapat ditemui ikan berjenis tuna dan
cakalang.
Sektor perikanan
Indonesia sebelumnya dijajah oleh negara tetangga seperti Malaysia, Thailand,
Vietnam dan Filipina. Mereka seringkali mencari dan menangkap ikan di daerah
teritorial kawasan laut Indonesia. Tentu hal tersebut memberi dampak negatif ke
perkembangan ikan di Indonesia.
Perubahan
besar terjadi ketika era menteri Susi Pudjiastuti. Ketika ia memegang jabatan
sebagai menteri kelautan dan perikanan periode 2014-2019, wanita kelahiran
Pangandaran tersebut merampas perikanan
yang sudah seharusnya milik Indonesia. Menurut data dari Kompas. Jumlah kapal pelaku illegal fishing yang ditenggelamkan dari Oktober 2014 hingga April 2017 sudah sebanyak 317 kapal,
Berkatnya,
perkembangan sektor ikan mulai mengalami kenaikkan. Dimulai dari jumlah
tangkapan yang menambah sebesar 14%, upaya untuk menangkap ikan naik 25% dan
keuntungan di sektor perikanan meningkat 12%. Pada tahun 2015, sektor perikanan
di era Susi menyumbang kurang lebih 165 triliun rupiah untuk perekonomian
nasional.
Sumber :
Wikipedia
Masalah
belum selesai begitu saja. Perluasan wilayah perikanan Indonesia membawa dampak
baik dari peternakan dan sektor nelayan. Cukup disayangkan konsumsi ikan di
masyakarat yang masih menjadi permasalahan bagi Indonesia. Ikan yang begitu
berlimpah tentunya harus dimanfaatkan dengan baik.
Ikan
mengandung protein dan gizi yang baik untuk anak-anak. Selain itu, mengonsumsi
ikan dapat mengecilkan peluang terkenanya suatu penyakit seperti alzheimer. Harga ikan juga lebih terjangkau daripada harga komoditas daging dan ikan juga rendah kolesterol. Mengkonsumsi ikan pun juga dapat mengurangi devisa negara karena tingginya nominal untuk impor daging.
Menurut
data dari website Satu Data Indonesia, perkembangan konsumsi ikan dari tahun
2008 sampai 2012 mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan. Konsumsi ikan per
kapita di tahun 2008 mencapai 28 kilogram. Tahun-tahun berikutnya, angka
tersebut naik sebesar 1 kilogram. Dimana tahun 2012 sudah mencapai 33.89
kilogram.
Pada tahun 2015 hingga 2016, pemerintah kembali sukses meningkatkan rata-rata konsumsi ikan dari tadinya 36 kilogram menjadi 46 kilogram per bulan. Pemerintah pun masih belum puas atas peningkatan tersebut. Pemerintah kembali membuat target untuk konsumsi ikan dalam negeri mencapai 47 hingga 50 kilogram ikan per bulan.
Sumber : Google.com
Agar angka konsumsi ikan meningkat lagi, TNI Angkatan Laut menggelar acara Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMAR IKAN). Acara yang dihadiri oleh Susi tersebut digelar di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dimana susi juga memberi penjelasan tentang stok ikan yang sudah mencapai 9,9 juta ton di tahun 2016. Berkat kenaikkan konsumsi ikan tersebut, hal itu akan berdampak kepada para nelayan guna diberi kesempatan untuk meningkatkan nilai tukar profesinya serta nilai tukar usaha perikanan.
Tidak hanya sesekali digelar, Festival GEMAR IKAN tersebut sudah diadakan beberapa kota di Indonesia. Misalnya seperti Bogor, Bali, Indramayu dan kota-kota lainnya. Dengan adanya acara tersebut, dharapkan agar generasi-generasi baru bisa mengkonsumsi kandungan omega tiga dan mengingat ikan memiliki komposisi nutrisi yang baik untuk kesehatan, kecerdasan dan pertumbuhan.
Sumber : Liputan6.com
Opini
Di era
saat Susi menjabat, ia pun gencar terus menerus agar masyarakat Indonesia
memakan ikan. Mengapa ia lakukan demikian? Jika dilihat ke skala negara Asia,
Jepang merupakan salah satu negara yang dimana mempunyai makanan berbahan dasar
ikan yang sudah masuk kategori internasional, yakni sushi. Sushi yang berbahan
dasar ikan-ikan, rumput laut, dan nasi tersebut menjadi salah satu makanan pokok
yang dimakan oleh masyarakat Jepang. Dimana pengetahuan kesehatan mengatakan,
orang yang memakan ikan akan mendapat kandungan omega 3 dan nutrisi yang baik
untuk kesehatan, kecerdasan dan pertumbuhan. Itulah mengapa orang-orang di
Jepang “berbeda” dari negara-negara Asia lainnya. Masyarakatnya sudah terbiasa
mengkonsumsi makanan-makanan yang tergolong sehat, salah satunya adalah ikan.
Setidaknya,
dengan gencaran gemar ikan tersebut, masyarakat Indonesia bisa mengkonsumsi
ikan sebanyak orang Jepang makan. Memang tidak mudah untuk langsung bisa
beradaptasi memakan ikan setiap hari. Pastinya orang-orang tentu akan bosan
jika harus memakan satu menu saja. Tetapi hidup sehat tersebut tidak dimulai
dari memakan ikan saja. Lebih dianjurkan untuk memakan makanan empat sehat lima
sempurna. Dengan begitu, berbagai penyakit yang berbau kolesterol atau darah
tinggi bisa diminimalisir. Karena daging ikan sendiri baik untuk dikonsumsi.
Selain nilai kesehatan, harga yang ditawarkan ikan ketimbang lebih murah
dibandingkan dengan harga daging lainnya. Hal itu bisa membuat masyarakat lebih
menghemat dari segi perekonomian.