Tuesday, May 29, 2018

Tingkat Perkembangan Konsumsi Ikan Di Indonesia


Salah satu sumber daya yang sangat besar dimiliki Indonesia adalah sektor perikanan. Dimana dua per tiga dari wilayah Indonesia dikelilingi oleh laut. Luas laut Indonesia sendiri mencapai 96.079,15 km². Dengan demikian,  Sumber daya perikanan Indonesia tentu lebih dari cukup untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Tentu ikan di Indonesia sangatlah beragam. Setiap kedalaman di laut mempunyai ikan yang beragam. Misalnya, kedalaman kurang lebih 75 m di Indonesia bagian barat dihuni oleh ikan pelagis kecil. Berbeda dengan kedalaman yang mencapai 4000 m di Indonesia bagian timur. Disana dapat ditemui ikan berjenis tuna dan cakalang.
Sektor perikanan Indonesia sebelumnya dijajah oleh negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina. Mereka seringkali mencari dan menangkap ikan di daerah teritorial kawasan laut Indonesia. Tentu hal tersebut memberi dampak negatif ke perkembangan ikan di Indonesia.
Perubahan besar terjadi ketika era menteri Susi Pudjiastuti. Ketika ia memegang jabatan sebagai menteri kelautan dan perikanan periode 2014-2019, wanita kelahiran Pangandaran tersebut  merampas perikanan yang sudah seharusnya milik Indonesia. Menurut data dari Kompas. Jumlah kapal pelaku illegal fishing yang ditenggelamkan dari Oktober 2014 hingga April 2017 sudah sebanyak 317 kapal, 
Berkatnya, perkembangan sektor ikan mulai mengalami kenaikkan. Dimulai dari jumlah tangkapan yang menambah sebesar 14%, uppaya untuk menangkap ikan naik 25% dan keuntungan di sektor perikanan meningkat 12%. Dari segi ekonomi, Susi Pudjiastuti menjelaskan, pada 2015, sektor perikanan menyumbang sedikitnya 165 triliun rupiah terhadap perekonomian nasional, dikutip dari beritasatu.com
Sumber : Wikipedia

Masalah belum selesai begitu saja. Perluasan wilayah perikanan Indonesia membawa dampak baik dari peternakan dan sektor nelayan. Cukup disayangkan konsumsi ikan di masyakarat yang masih menjadi permasalahan bagi Indonesia. Ikan yang begitu berlimpah tentunya harus dimanfaatkan dengan baik.
Ikan mengandung protein dan gizi yang baik untuk anak-anak. Selain itu, mengonsumsi ikan dapat mengecilkan peluang terkenanya suatu penyakit seperti alzheimer. Harga ikan juga lebih terjangkau daripada harga komoditas daging dan ikan juga rendah kolesterol. Mengkonsumsi ikan pun juga dapat mengurangi devisa negara karena tingginya nominal untuk impor daging.
Menurut data dari website Satu Data Indonesia, perkembangan konsumsi ikan dari tahun 2008 sampai 2012 mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan. Konsumsi ikan per kapita di tahun 2008 mencapai 28 kilogram. Tahun-tahun berikutnya, angka tersebut naik sebesar 1 kilogram. Dimana tahun 2012 sudah mencapai 33.89 kilogram.
Pada tahun 2015 hingga 2016, pemerintah kembali sukses meningkatkan rata-rata konsumsi ikan dari tadinya 36 kilogram menjadi 46 kilogram per bulan. Pemerintah pun masih belum puas atas peningkatan tersebut. Pemerintah kembali membuat target untuk konsumsi ikan dalam negeri mencapai 47 hingga 50 kilogram ikan per bulan.       

Sumber : Google.com
Agar angka konsumsi ikan meningkat lagi, TNI Angkatan Laut menggelar acara Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMAR IKAN). Acara yang dihadiri oleh Susi tersebut digelar di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dimana susi juga memberi penjelasan tentang stok ikan yang sudah mencapai 9,9 juta ton di tahun 2016. Berkat kenaikkan konsumsi ikan tersebut, hal itu akan berdampak kepada para nelayan guna diberi kesempatan untuk meningkatkan nilai tukar profesinya serta nilai tukar usaha perikanan.
Tidak hanya sesekali digelar, Festival GEMAR IKAN tersebut sudah diadakan beberapa kota di Indonesia. Misalnya seperti Bogor, Bali, Indramayu dan kota-kota lainnya. Dengan adanya acara tersebut, diharapkan agar generasi-generasi baru bisa mengkonsumsi kandungan omega 3 dan menginat ikan memiliki komposisi nutrisi yang baik untuk kesehatan, kecerdasan dan pertumbuhan.
Sumber : Liputan6.com   



No comments:

Post a Comment